Kelebihan dan Kekurangan dari Berinvestasi Properti - Berusaha Bisnis

Latest

Inspirasi Usaha dan Bisnis

Tuesday, February 2, 2016

Kelebihan dan Kekurangan dari Berinvestasi Properti

Inilah investasi fenomenal dan popular yang digemari banyak orang di seluruh dunia, yakni investasi properti. Sebenarnya banyak bentuk investasi yang bisa dilakukan oleh seseorang misalnya: tabungan sukuk, obligasi, reksadana, saham, deposito, emas, logam mulia, dll, tapi investasi properti menempatkan di jajaran atas investasi yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.

Sebagian pakar keuangan menyatakan bahwa investasi properti seperti rumah, tanah, apartemen, dll lebih baik dibanding investasi dalam segi finansial atau perbankan. Hal itu dibenarkan pula oleh Robert T Kiyosaki yang berpendapat ketimbang menyimpan uang di bank yang tergerus arus inflasi alangkah lebih baik jikalau uang yang anda miliki diinvestasikan dalam bentuk properti rumah atau tanah yang sedang berkembang.

Investasi Properti yang Menguntungkan
Berdasarkan pengalaman penulis setiap bentuk investasi memiliki keuntungan atau kelebihan dan kelemahan masing-masing. Begitupula dalam investasi properti mempunyai untung dan ruginya. Hal ini sangat bermanfaat bagi para calon investor properti supaya jangan terlalu fokus pada keuntungan investasi properti. Pada investasi properti ada potensi kerugian atau kelemahan yang harus diantisipasi untuk mencegah kerugian di masa depan.

Mengulas kembali buku Rich Dad Poor Dad dan cara kaya raya lewat properti bahwa investasi dalam bidang properti merupakan salah satu jalur menuju kekayaan. Seseorang bisa membeli sebuah properti rumah atau tanah. Lalu dalam satu tahun mendatang bisa menjual lagi dengan harga yang lebih tinggi.

Investasi dalam bidang properti merupakan salah satu permainan orang-orang kaya dunia. Semisal Donald Trump yang sekarang terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat yang ke-45 merupakan salah seorang pengusaha dan investor sukses dalam bidang properti. Ia menginvestasikan uangnya dalam properti seperti apartemen, komplek perumahan, tanah, kondominium, dll sehingga menjadi salah satu orang terkaya di dunia.


Kelebihan dan Kekurangan Investasi pada Bisnis Properti

Untuk mengetahui lebih lengkap untung rugi investasi properti, pada kali ini penulis akan mengutarakan beberapa keuntungan dan kerugian dalam investasi properti , antara lain:

Nilai Tambah
Ini yaitu salah satu keuntungan investasi properti yang paling penting yaitu mempunyai nilai tambah. Seseorang bisa mendirikan bangunan di atas tanah kosong. Sehingga bertambah besar harga atau nilai properti tersebut. Apalagi letak bangunan ada di tempat yang sangat strategis, mudah dilalui orang, ramai oleh lalu lintas orang dan kemudahan sarana maupun fasilitas umum yang bagus serta dibangun dengan gaya desain yang elegan, berkelas dan indah. Di halaman bangunan itu dibangun pula penutup atas garasi sehingga menambah terus harga properti tersebut.

Income
Sebuah investasi properti berupa tanah, rumah, apartemen dll bisa disewakan kepada orang lain yang membutuhkannya dengan jangka waktu panjang, menengah hingga pendek. Sehingga investasi properti memberikan penghasilan atau income secara berkala. Dan setiap tahun harga properti tanah naik sehingga harga sewa properti juga ikut naik. Salah satu alasan orang melaksanakan investasi dalam sektor properti karena bisa memberikan penghasilan tetap secara berkala.

Sebidang tanah kosong bisa disewa oleh orang lain maka sang investor tanah akan menerima uang sewa. Begitupula ketika tanah kosong dibangun ruko, rumah, apartemen dll tetap akan bisa menghasilkan income uang sewa yang lebih tinggi jumlah nominalnya dari sekedar investasi tanah kosong.  

Peningkatan Harga / Nilai Tanah
Hal yang membuat harga tanah naik setiap hari yaitu sifat keterbatasan tanah. Jumlah penduduk bertambah setiap hari. Mereka mendirikan bangunan di atas sebidang tanah. Adapun jumlah tanah kosong tak bertambah namun semakin sedikit. Sesuai teori jumlah permintaan yang tinggi, tapi penawaran terbatas atau sedikit membuat harga tanah naik setiap hari dan setiap tahun tak terasa. Inilah salah satu kelebihan investasi tanah yaitu peningkatan nilai tanah setiap tahun.

Suatu hari penulis pernah membeli sebidang tanah kosong senilai Rp 6 juta. Lima tahun kemudian, tanah kosong tersebut dijual seharga Rp 8 juta. Tanah itu mengalami peningkatan harga sebesar Rp 2 juta selama lima tahun. Ternyata investasi tanah yang dilakukan penulis kala itu kurang prospektif dan tidak berada di lokasi strategis seperti pinggir jalan raya, dekat pusat keramaian orang, dll. Tapi investasi tanah sejelek-jeleknya itu semua tetap lumayan menguntungkan ketimbang menyimpan uang di bank. 

Jangka Panjang
Investasi tanah merupakan salah satu jenis investasi yang bersifat jangka panjang atau jangka lama sekitar tiga hingga lima tahun lebih untuk menerima keuntungan yang berarti. Hal ini berbeda sekali dengan investasi reksadana, emas, deposito, saham, obligasi dan investasi lain sebagainya yang kebanyakan bersifat jangka pendek dan menengah.

Pengungkit Investasi
Kelebihan dan keunggulan lain dari investasi properti yaitu mempunyai daya pengungkit investasi yang cukup besar. Misalkan teman mengambil investasi properti seharga Rp 400 juta. Maka teman cukup menyediakan uang sebesar Rp 100 juta sebagai uang muka pembelian dari properti bersangkutan. Sedangkan sisanya Rp 300 juta dibayarkan memakai sistem pembiayaan dari perbankan. Apabila harga investasi properti yang anda miliki naik sekitar 10 persen berarti teman memiliki investasi properti senilai Rp 440 juta atau memperoleh untung kotor sebesar Rp 40 juta dari modal awal sebesar Rp 100 juta.

Tak Tergerus Inflasi
Kelebihan investasi properti berikutnya yaitu investasi properti tidak akan tergerus oleh angka inflasi. Sehingga uang yang anda miliki tetap utuh, aman dan tidak berkurang sedikitpun. Hal inilah yang membuat alasan banyak orang lebih memilih membeli investasi properti bangunan atau tanah kosong ketimbang menyimpan uang di bank dalam bentuk tabungan atau deposito.

Uang yang anda simpan hari ini sepuluh tahun kemudian nilai uang tersebut akan mengecil. Jika dahulu seseorang dengan uang sebesar Rp 100 sudah bisa membeli permen atau makanan  ringan. Tapi kini uang sebesar itu tidak mencukupi satu butir permen pun. Uang Rp 100 kini bernilai Rp 10. Pendek kata, kalau dibiarkan uang anda di simpan dalam tabungan maka akan berkurang nilainya karena tergerus arus inflasi. Dan salah satu cara biar uang anda tetap utuh bahkan terus bertambah yaitu diinvestasikan dalam bentuk properti baik tanah maupun rumah, apartemen dll.

Jaminan yang Bagus
Properti merupakan salah satu barang berharga yang bisa dijadikan jaminan yang baik dalam meminjam uang di bank. Bukan hanya di Indonesia di negara maju pun properti merupakan agunan yang paling bagus. Dimana seorang pemilik properti rumah atau tanah dapat menjaminkan propertinya tersebut kepada pihak bank dengan pencairan dana hingga 80 persen dari nilai jaminan itu.

Hal ini dibuktikan oleh penulis sendiri, suatu hari penulis berangkat menuju BRI Sumedang. Ketika berada di kantor ATM tercantum puluhan gambar properti rumah dan tanah yang disita dan dilelang oleh pihak Bank Rakyat Indonesia. Beragam harga lelang properti dari murah sekitar Rp 70 juta hingga Rp 100 juta. Jika anda mempunyai modal uang yang berlebih tidak ada salahnya berinvestasi properti dengan cara membeli properti hasil sitaan atau lelang dari bank. Harga murah untung besar.

Kebanggaan
Jika anda memiliki properti akan menaikkan status sosial anda. Sebab tidak sembarang orang bisa membeli properti. Hanya orang yang mempunyai uang besar dan kaya yang dapat memiliki properti sekarang ini. Dikarenakan harga properti tidak murah. Kepemilikan properti diibaratkan kepemilikan orang kaya raya. Kebanyakan orang kaya  di Indonesia dan dunia mempunyai banyak investasi properti yang menghasilkan pendapatan sewa dari properti bersangkutan.

Kelemahan Investasi Properti
Itulah kelebihan atau keuntungan dari investasi properti. Namun disamping keunggulan tersebut ada beberapa kelemahan dari investasi properti yang perlu teman ketahui biar tidak mengalami kerugian di masa mendatang justeru menambah keuntungan. Berikut ini kelemahan atau kerugian dari berinvestasi properti baik rumah, ruko, apartemen, rumah kontrakan, kost-kostan atau tanah, antara lain:

Biaya Perawatan
Sebuah properti memerlukan perawatan biar properti tetap dalam kondisi baik. Misalnya sebidang tanah dipasang pagar besi. Atau rumah perlu diadakan renovasi atau perbaikan secara berkala. Oleh karena itu, investasi properti membutuhkan dana pelengkap untuk merawat properti dalam keadaan baik. Sehingga penghasilan dari sewa properti seperti rumah dan tanah dapat naik setiap tahun.

Padat Modal
Untuk melakukan investasi properti tidak bisa dengan modal kecil. Seseorang harus mempunyai modal uang yang lumayan besar untuk memulai investasi properti kayak tanah, rumah, apartemen, rumah toko atau ruko, rumah kontrakan, rumah kost-kostan, kondominium dan lain sebagainya. Semakin besar uang yang anda investasikan dalam sektor properti maka semakin besar peluang keuntungan yang teman dapatkan. Selain membayar harga pokok properti, teman pun harus membayar biaya pajak, PBB atau BPHTB.

Tidak Likuid
Salah satu kelemahan investasi properti yaitu tidak likuid atau tidak dapat dicairkan menjadi uang dalam waktu singkat. Hal ini berbeda dengan investasi emas yang dapat dicairkan disaat itu juga. Sehingga jikalau ada kebutuhan uang tunai mendesak, investasi tanah tidak bisa dicairkan menjadi uang secepatnya. Namun memerlukan waktu beberapa lama untuk menjadi uang atau solusi lain digadaikan/dijaminkan ke bank sebagai agunan hutang.

Properti Tidak Bisa Dipindah
Sebuah bangunan atau tanah tidak bisa berpindah-pindah karena ia tempat menetap. Selain itu kelemahan investasi properti bangunan yaitu umur bangunan yang tidak lama. Dalam jangka waktu 20 hingga 40 tahun, bangunan akan berkurang tingkat kekokohan, fungsi dan kualitasnya. Sehingga memerlukan perawatan ekstra dan biaya depresiasi.

Bersifat Lokal
Harga properti berbeda antara satu tempat dengan tempat lain. Sehingga jikalau teman hendak melakukan investasi properti harus cermat dalam menilai harga pasaran dari pembelian properti tersebut di wilayah itu. Lakukan survey untuk meneliti harga pasaran properti di tempat itu untuk mencegah kerugian di masa depan.

Bisa Hancur
Dan terakhir kelemahan investasi tanah atau bangunan properti dapat hancur apabila terjadi musibah semisal longsor, banjir bandang, gempa bumi, tsunami dan sebagainya. Akan tetapi hal itu bisa diminimalisir dengan cara mengikuti program asuransi.  

Salam Wirausaha ... Salam Sukses.