Cara Budidaya Tanaman Sawi Di Pekarangan Rumah - Berusaha Bisnis

Latest

Inspirasi Usaha dan Bisnis

Thursday, August 7, 2014

Cara Budidaya Tanaman Sawi Di Pekarangan Rumah


MANFAAT.
Manfaat sawi sangat baik untuk menghilangkan rasa gatal di tenggorokan pada penderita batuk. Penyembuh penyakit kepala, bahan pembersih darah, memperbaiki fungsi ginjal, serta memperbaiki dan memperlancar pencernaan.

Sedangkan kandungan yang terdapat pada sawi yaitu protein, lemak, karbohidrat, Ca, P, Fe, Vitamin A, Vitamin B, dan Vitamin C.

JENIS-JENIS SAWI.
Secara umum tumbuhan sawi biasanya memiliki daun panjang, halus, tidak berbulu, dan tidak beduri.

Petani kita hanya mengenal 3 macam sawi yang biasa dibudidayakan yaitu : sawi putih (sawi jabung), sawi hijau, dan sawi huma.

Sekarang ini masyarakat lebih mengenal caisim alias sawi bakso. Selain itu juga ada pula jenis sawi keriting dan sawi monumen. Caisim alias sawi bakso ada juga yang menyebutnya sawi cina., merupakan jenis sawi yang paling banyak dijajakan di pasar-pasar. Tangkai daunnya panjang, langsing, berwarna putih kehijauan. Daunnya lebar memanjang, tipis dan berwarna hijau. Rasanya yang renyah, segar, dengan sedikit sekali rasa pahit. Selain yummy ditumis atau dioseng, juga untuk pedangan mie bakso, mie ayam, atau restoran cina.

SYARAT TUMBUH TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Tanaman sawi dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas maupun berhawa dingin, sehingga bisa ditanam di dataran rendah maupun dataran tinggi. Meskipun demikian pada kenyataannya hasilnya lebih baik pada dataran tinggi.
  • Daerah yang cocok untuk bercock tanam sawi yaitu mulai dari ketinggian 5 meter hingga dengan 1.200 meter di atas permukaan laut. Namun biasanya dibudidayakan pada kawasan yang memiliki ketinggian 100 meter hingga 500 meter dpl.
  • Tanaman sawi tahan terhadap air hujan, sehingga bisa di tanam sepanjang tahun.
  • Pada musim kemarau yang perlu diperhatikan yaitu penyiraman secara teratur.
  • Tanaman sawi menyukai udara yang sejuk dan lebih cepat tumbuh apabila ditanam pada udara lembab. Akan tetapi tumbuhan ini juga tidak suka pada air yang menggenang. Dengan demikian, tumbuhan ini cocok jika di tanam pada akhir musim penghujan.
  • Tanah yang cocok untuk ditanami sawi yaitu tanah gembur, banyak mengandung humus, subur, serta pembuangan airnya baik.
  • Derajat keasaman (pH) tanah yang cocok untuk pertumbuhannya yaitu antara pH 6 hingga pH 7,

BUDIDAYA TANAMAN SAWI

Cara bertanam sawi tidak berbeda jauh dengan budidaya sayuran pada umumnya. Budidaya konvensional di lahan mencakup proses pengolahan lahan, penyiapan benih, teknik penanaman, penyediaan pupuk dan pestisida, serta pemeliharaan tanaman.
Sawi bisa ditanam secara monokultur maupun tumpang sari. Tanaman yang bisa ditumpangsarikan antara lain : bawang daun, wortel, bayam, kangkung darat, dll.

Berikut ini akan dibahas mengenai teknik budidaya sawi secara konvensional di lahan.

PEMBENIHAN TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman dengan pertumbuhan bagus.
  • Kebutuhan benih sawi untuk setiap hektar lahan tanam sebesar 750 gram.
  • Benih sawi berbentuk bulat, kecil-kecil. Permukaannya licin mengkilap dan agak keras. Warna kulit benih coklat kehitaman.
  • Benih yang akan kita gunakan harus memiliki kualitas yang baik, seandainya beli harus kita perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya.
  • Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh. kemasan yang baik yaitu dengan alumunium foil.
  • Apabila benih yang kita gunakan dari hasil pananaman kita harus memperhatikan kualitas benih itu, contohnya tumbuhan yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari.
  • Dan penanaman sawi yang akan dijadikan benih terpisah dari tumbuhan sawi yang lain.
  • Jangka waktu penggunaan benih tidak lebih dari 3 tahun.

PENGOLAHAN TANAH BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Pengolahan tanah secara umum melakukan penggemburan dan pembuatan bedengan.
  • Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan kita gunakan.
  • Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari sampah, bebatuan, rerumputan, semak atau pepohonan yang tumbuh. Dan bebas dari area ternaungi, karena tanaman sawi suka pada cahaya matahari secara langsung.
  • Sedangkan kedalaman tanah yang dicangkul antara 20 hingga 40 cm.
  • Pupuk kandang bagus diberikan ketika proses penggemburan supaya cepat merata dan bercampur dengan tanah yang akan kita gunakan, takaran 3 - 5 ton/ha.
  • Bila area tanam memiliki pH terlalu rendah (asam) sebaiknya dilakukan pengapuran. Pengapuran ini bertujuan untuk menaikkan derajad keasam tanah, pengapuran ini dilakukan jauh-jauh sebelum penanaman benih, yaitu kira-kira 2 hingga 4 minggu sebelumnya. Sehingga waktu yang baik dalam melaksanakan penggemburan tanah yaitu 2 – 4 minggu sebelum lahan ditanami. Jenis kapur yang dipakai yaitu kapur kalsit (CaCO3) atau dolomit (CaMg(CO3)2).

PEMBIBITAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Pembibitan bisa dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah, agar efisien waktu dan benih akan lebih cepat beradaptasi dengan lingkungannya.
  • Sedang ukuran bedengan pembibitan yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter.
  • Pada kondisi curah hujan lebih dari 200 mm/bulan, tinggi bedengan 20 – 30 cm.
  • Dua minggu sebelum ditabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang kemudian di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gram Kcl.
  • Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, kemudian ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, kemudian disiram dengan sprayer.
  • Setelah berumur 3 – 4 minggu dari disemaikan tumbuhan dipindahkan ke bedengan.

PENANAMAN TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Bedengan dengan ukuran lebar 120 cm dan panjang sesuai dengan ukuran petak tanah.
  • Tinggi bedeng 20 – 30 cm dengan jarak antar bedeng 30 cm, seminggu sebelum penanaman dilakukan pemupukan terlebih dahulu yaitu pupuk sangkar 3 – 5 ton/ha, TSP 40 kg/ha, Kcl 15 kg/ha.
  • Sedang jarak tanam dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm.
  • Buat lubang dengan ukuran 4-8cm x 6-10cm.
  • Pilihlah bibit yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati.

PEMELIHARAAN BUDIDAYA TANAMAN SAYURAN SAWI
  • Pertama-tama yang perlu diperhatikan yaitu penyiraman, penyiraman ini tergantung pada musim, jika musim penghujan dirasa cukup maka kita perlu melakukan pengurangan air yang ada, sebaliknya jika musim kemarau datang kita harus menambah air demi kecukupan tumbuhan sawi yang kita tanam. Bila tidak terlalu panas penyiraman dilakukan sehari cukup sekali sore atau pagi hari.
  • Penjarangan dilakukan 2 minggu sesudah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat.
  • Penyulaman ialah tindakan penggantian tumbuhan ini dengan tumbuhan baru. Caranya sangat gampang yaitu tumbuhan yang mati atau terjangkit hama dan penyakit diganti dengan tumbuhan baru yang sehat.
  • Penyiangan biasanya dilakukan 2 – 4 kali selama masa tanam sawi, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu sesudah penanaman. Bilamana perlu lakukan penggemburan tanah bersamaan dengan penyiangan.
  • Pemupukan tambahan diberikan sesudah 3 minggu masa tanam, yaitu dengan urea 20 kg/ha.

PENANAMAN VERTIKULTUR
Langkah – angkah penanaman secara vertikultur yaitu sebagai berikut :
  • Benih disemaikan pada kotak persemaian dengan media pasir. Bibit dirawat hingga siap ditanam pada umur 14 hari sejak benih disemaikan.
  • Sediakan media tanam berupa tanah merah, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.
  • Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm.
  • Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun 3 – 5 helai.
  • Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang tersedia.

PENANAMAN HIDROPONIK.
Langkah-langkah penanaman secara hidroponik yaitu sebagai berikut :
  • Siapkan wadah persemaian . Masukkan media berupa pasir halus yang disterilkan setebal 3 – 4 cm. Taburkan benih sawi di atasnya selanjutnya tutupi kembali dengan lapisan pasir setebal 0,5 cm.
  • Setelah bibit tumbuh dan berdaun 3 – 5 helai (umur 3 – 4 minggu, bibit dicabut dengan hati-hati, akarnya dicuci dengan air hingga bersih, akar yang terlalu panjang bisa digunting.
  • Bak penanaman bagian bawahnya diisi dengan kerikil steril setebal 7 – 10 cm, selanjutnya di sebelah atas ditambahkan lapisan pasir yang juga sudah steril setebal 20 cm.
  • Buat lubang penanaman dengan jarak sekitar 25 x 25 cm, masukkan bibit ke lubang tersebut, tutupi akar bibit dengan media hingga melewati leher akar, usahakan posisi bibit tegak lurus dengan media.
  • Berikan larutan hidroponik lewat penyiraman, tanaman baru selanjutnya dipelihara hingga tumbuh besar.

HAMA DAN PENYAKIT

HAMA.
  • Ulat titik tumbuh (Crocidolomia binotalis Zell.).
  • Ulat tritip (Plutella maculipennis).
  • Siput (Agriolimas sp.).
  • Ulat Thepa javanica.
  • Cacing bulu (cut worm).


PENYAKIT.
  • Penyakit busuk akar. 
  • Bercak daun alternaria.
  • Penyakit embun tepung (downy mildew).
  • Penyakit rebah semai (dumping off).
  • Busuk daun.
  • Busuk Rhizoctonia (bottom root).
  • Virus mosaik.

PANEN DAN PASCA PANEN.
  • Dalam hal pemanenan penting sekali diperhatikan umur panen dan cara panennya.
  • Umur panen sawi paling lama 70 hari. Paling cepat umur 40 hari.
  • Dengan terlebih dahulu melihat fisik tanaman, seperti warna, bentuk dan ukuran daun.
  • Cara panen yaitu degan mencabut seluruh tanaman beserta akarnya dan dengan memotong bagian pangkal batang yang berada di atas tanah dengan pisau tajam.

Baik sob...mungkin itu dulu postingan yang bisa kami bagikan tentang bagaimana cara budidaya tanaman sawi di pekarangan rumah, siapa tahu ada yang tertarik untuk mencobanya sebagai bisnis sampingan maupun sekedar hobi.
Semoga bermanfaa....terimakasih.

Salam Wirausaha ... Salam Sukses.