Manfaat dan Kandungan Pada Pupuk NPK 16-16-16 - Berusaha Bisnis

Latest

Inspirasi Usaha dan Bisnis

Monday, August 6, 2018

Manfaat dan Kandungan Pada Pupuk NPK 16-16-16

Pupuk NPK merupakan pupuk majemuk dengan kandungan unsur hara yang lengkap. Unsur hara makro utama dalam pupuk NPK yaitu :
  • Nitrogen
  • Phosfor
  • Kalium 
Berikut ini kandungan dan manfaat ketiga unsur hara tersebut :

Nitrogen

Keberadaan Nitrogen mutlak harus ada untuk kelangsungan pertumbuhan dan perkembangan tanaman, dan dibutuhkan dalam jumlah yang banyak. Tanaman menyerap N sebagian besar dalam bentuk ion NO3- dan NH4+, urea melalui daun, dan asam amino larut dalam air. Tanaman yang mengandung cukup unsur N akan menjadikan warna daun hijau tua,  yang artinya kadar klorofil dalam daun tinggi. Sebaliknya,  apabila tumbuhan kekurangan atau defisiensi N maka daunnya akan menguning (klorosis) karana kekurangan klorofil. Pertumbuhan tumbuhan yang lambat, lemah dan kerdil bisa disebabkan krn kekurangan unsur N. Buah yang terlalu cepat masak bisa disebabkan oleh kekurangan N. Kekurangan N juga dapat meningkatkan kadar air biji sehingga menurunkan produksi dan kualitas.
Kelebihan N akan meningkatkan pertumbuhan vegetatif tanaman, tetapi akan memperpendek masa generatif, yang karenanya justru menurunkan produksi atau menurunkan kualitas produksi tanaman. Tanaman yang kelebihan N akan membuat warna hijau gelap daun, yang menyebabkan tumbuhan peka terhadap hama, penyakit sehingga gampang roboh.
Apabila N tersedia di dalam tanah dengan jumlah besar dalam bentuk amonium, dapat menyebabkan keracunan pada tumbuhan yang bisa berakibat jaringan vascular tanaman pecah dan terhambatnya serapan air. Jika over dosis pemupukannya dengan cara semprot pada daun maka akan mengakibatkan daun berwarna coklat kering seperti terbakar api.
Sebagian besar pupuk N komersial memiliki tingkat larutan tinggi untuk type pemupukan lewat tanah. Berbeda dengan pupuk N dari bahan organik pupuk kandang, pupuk hijau, dan kompos, akan melepas N ketika telah didekomposisikan. Semua bentuk N di dalam tanah akan dikonversikan atau dioksidasi menjadi NO3-, yang selanjutnya menjadi subjek reaksi/proses denitrifikasi, erosi, dan pencucian, sehingga bentuk NO3- di dalam tanah sangat tidak stabil.

Phospor (Fosfor)

Tidak ada unsur lain yang dapat menggantikan fungsinya dalam tanaman untuk pertumbuhan secara normal, maka tumbuhan harus mendapat unsur P dalam jumlah cukup. Fungsi penting fosfor di dalam tumbuhan yaitu untuk proses fotosintesis, respirasi, transfer dan penyimpanan energi, pembelahan dan pembesaran sel serta proses-proses di dalam tumbuhan lainnya.
Pada umumnya kadar P di dalam tumbuhan di bawah kadar N dan K yaitu sekitar 0,1 sampai 0,2%.  Tanaman menyerap sebagian besar unsur hara P dalam bentuk ion ortofosfat primer (H2PO4-). Dalam jumlah kecil diserap dalam bentuk ion ortofosfat sekunder (HPO4-2).
pH tanah sangat besar pengaruhnya terhadap perbandingan serapan ion-ion tersebut, yaitu makin masam H2PO4- akan semakin banyak yang diserap tumbuhan dibandingkan dengan HPO4-2.
Manfaat atau fungsi Phospor bagi tanaman, antara lain :
  1. Meningkatkan kualitas buah, sayuran, biji-bijian dan sangat penting dalam pembentukan biji. 
  2. Phospor sangat penting dalam transfer sifat-sifat menurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. 
  3. Membantu mempercepat perkembangan akar dan perkecambahan.
  4. Meningkatkan efisiensi penggunaan air. 
  5. Meningkatkan daya tahan terhadap penyakit sehingga meningkatkan kualitas hasil panen. 
Gejala pertama tumbuhan yang kekurangan P ialah tumbuhan menjadi kerdil. Bentuk daun tidak normal dan apabila defisiensi akut maka ada bagian-bagian daun, buah dan batang yang mati. Defisiensi P juga bisa mengakibatkan penundaan kemasakan dan pengisian biji berkurang. Sebagian besar tumbuhan mampu mengambil (merecovery) P yang diberikan dari pupuk sebesar 10 sampai 30% dari total P yang diberikan selama tahun pertama pemupukan. Besarnya kemampuan tumbuhan ini dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti : sumber P, tipe tanah, tanaman, metode aplikasi dan musim.

Kalium

Kalium di dalam jaringan tumbuhan ada dalam bentuk kation dan bervariasi sekitar 1,7 – 2,7% dari berat kering daun yang tumbuh secara normal. Ion K di dalam tumbuhan berfungsi sebagai aktivator dari banyak enzim yang berpartisipasi dalam beberapa proses metabolisme utama tanaman. Kalium sangat penting dalam proses fotosintesis. Apabila kekurangan K maka proses fotosintesis akan turun, akan tetapi respirasi tumbuhan akan meningkat. Kejadian ini akan menyebabkan banyak karbohidrat yang ada dalam jaringan tanaman tersebut terpakai untuk mendapat energi dalam aktivitas-aktivitasnya sehingga pembentukan bagian-bagian tumbuhan dan produksi akan berkurang. Fungsi kalium yang lain ialah menjadi sintesis protein, pemecah karbohidrat, memberi energi bagi tanaman, serta membantu dalam keseimbangan ion dalam tanaman. Selain itu, meningkatkan daya tahan tanaman terhadap iklim yang ekstrim. Kalium juga berperan aktif diantara 60 sistem enzim yang mengatur reaksi-reaksi kecepatan pertumbuhan tanaman.
Kalium juga berperan dalam proses membuka dan menutup pori-pori daun tanaman, stomata. Proses ini dikendalikan oleh konsentrasi K dalam sel yang terdapat disekitar stoma. Kadar K yang tidak cukup (defisien) bisa menyebabkan stomata membuka hanya sebagian dan menjadi lebih lambat dalam penutupan. Gejala kekurangan K ditunjukkan dengan gejala terbakarnya daun yang dimulai dari ujung atau pinggir, bercak-bercak nekrotik berwarna coklat pada daun-daun dan batang yang tua. 

referensi : kasmadi.blogspot.com

Salam Wirausaha ... Salam Sukses.